Blog yang berisi tentang informasi wisata banyuwangi, liburan dan rekreasi keluarga, serta kumpulan cerita rakyat

Cerita Alas Purwo

Cerita Alas Purwo - Alas Purwo adalah sebuah hutan yang terletak paling selatan ujung Kota Banyuwangi dengan luas 43.420 ha serta mempunyai berbagai macam jenis tanaman dan hewan di dalamnya. Sebab itulah hutan ini di jadikan sebuah Taman Nasional oleh pemerintah setempat yang di beri nama Taman Nasional Alas Purwo.
Cerita Alas Purwo
Taman Nasional Alas Purwo
Taman Nasional ini juga merupakan salah satu spot tujuan para wisatawan lokal maupun internasional. Salah satunya adalah Wisata Plengkung yang merupakan pantai dengan ombak yang fantastis, hingga muncul presepsi bahwa ketinggian ombak disana hampir sama dengan ombak yang di miliki oleh pantai hawai, hingga dikenal sebagai hawai-nya Indonesia.

Selain sektor wisata yang eksotik, ada hal lain yang menarik untuk di ketahui, yap yaitu cerita yang beredar di masyarakat setempat mengenai hutan ini. Mulai dari dulu hingga sekarang, hutan yang di ketahui masih asri tersebut di kenal sebagai salah satu tempat yang paling angker dan sedikit mistis jika mendengar kata alas purwo ini, jadi jangan heran jika Anda akan menemukan banyak sekali orang yang melakukan ritual dan upacara agama hindu ketika anda berkunjung kesana.

Hal ini juga terjadi karena dulunya hutan ini merupakan sebuah sektor kerajaan yang cukup besar peranannya, yaitu Kerajaan Purwo. Bahkan hingga saat ini kerajaan tersebut masih ada dan masih menjadi kepercayaan warga setempat bahwa goa yang berada disana juga merupakan bekas dari kerajaan dari Purwa. Berikut ini adalah cerita rakyat yang sudah turun temurun di ceritakan oleh masyarakat setempat mengenai Kerajaan Purwo.

Pada zaman dahulu hiduplah raja purwa dan raja mataram mereka berdua merupakan saudara kandung kakak beradik. Raja purwa adik raja mataram tinggal di sebuah kerajaan Purwo yang berada di selatan kota Banyuwangi sedangkan raja mataram tinggal disebuah Provinsi di Jawa Tengah.

Raja Purwo memiliki seorang permaisuri yang bernama Saenah ia sangat cantik namun sayang tubuhnya di penuhi dengan penyakit borok, kalau orang jawa menyebutnya dengan sebutan GUDIK. Karena takut menular, kemudian Raja Purwo mengusirnya kehutan dari Kerajaan.

Pada suatu hari, Raja mataram mengadakan pesta pernikahan anaknya. Raja Mataram menyuruh Prajuritnya untuk pergi ke Kerajaan Purwo untuk meminta sapi dan kambing yang jumlahnya tidak dapat di hitung karena raja Purwo pada saat itu memiliki kekayaan Alam yang melimpah ruah.

Sesampainya di kerajaan Purwo, prajurit pun langsung meminta sapi dan kambing:
Purwa: " Ada apa kalian kemari?"
Prajurit: "Kami disuruh raja Mataram untuk meminta kambing dan sapi, Raja"
Purwa: " Ada pesta apa sehingga kalian datang kemari untuk meminta sapi dan kambing kepada ku"
Prajurit: " Raja mataram mengadakan pesta pernikahan besar-besaran Raja, yaitu pernikahan anak Raja Mataram"
Purwa: "Baiklah, akan ku suruh prajuritku untuk mengambilkannya untuk kalian"

Kemudian prajuritpun mengambilkan kambing dan sapi dari hutannya dan ditaruh disebuah BUMBUNG besar (semacam tong). Setelah itu, raja purwa pun berpesan:
Purwa: " Prajurit, aku mempunyai pesan sekaligus pantangan untuk kalian semua"
Prajurit: " Sendika Raja, apakah itu raja?"
Purwa: " Jangan sesekali kalian membuka BUMBUNG ini sebelum kalian sampai di kerajaan "
Prajurit: " Sendika Raja Kami tidak akan membuka BUMBUNG ini sebelum kami sampai di Kerajaan"
Purwa: "Titipkan salam untuk kakak Raja Mataram dariku"
Prajurit: "Akan segera kami sampaikan raja"

Prajurit pun mulai berangkat pulang menuju ke Kerajaan Mataram dengan membawa sebuah Bumbung besar yang berisi Kambing dan Sapi. Namun belum sampai kerajaan mataram, terhentilah langkah mereka dan terhasutlah fikiran mereka dan menaruh kecurigaan atas apa yang tengah mereka bawa. Merekapun mencoba untuk membuka Bumbung yang mereka bawa dan alangkah terkejutlah mereka, sapi dan kambing yang sangat banyak itupun keluar berloncatan dan melindas semua Prajurit. Bahkan sebagian prajurit banyak yang tergeletak dan meninggal.

Karena peristiwa tersebut para prajurit yang tadinya sangat banyak, hanya tinggal beberapa saja. Karena takut di marahi oleh Raja Mataram karena tidak membawa apa yang dipesankan sekaligus jumlah prajurit yang berkurang, mereka pun tidak berani pulang ke kerajaan. Dan lebih memilih untuk menetap di tengah jalan.

Sementara itu di kerajaan Mataram, Raja Mataram menunggu hingga larut malam. Karena takut terjadi apa-apa Raja Mataram dengan beberapa Prajurit kepercayaannya pun pergi menuju ke kerajaan Purwo untuk memastikan bahwa prajuritnya di izinkan untuk memintai sapi dan kambing yang ia pesankan. Sesampainya di kerajaan Purwo:
Mataram: " Adik taukah engkau dimana Prajuritku "
Purwa: " Bukankah mereka sudah pulang setelah aku berikan sapi dan kambing? "
Mataram: " Mereka belum datang ke Kerajaan, bahkan hingga aku sampai di kerajaan ini "
Purwa: " Bagaimana bisa? "
Mataram: " Apakah engkau tak memberikan apa aku suruh terhadap prajuritku? "
Purwa: " Saya sudah memberikannya kak, dengan menaruhnya di dalam sebuah bumbung besar "
Mataram: " Aku tidak percaya dengan omong kosong mu itu"

Kemudian terjadilah peperangan yang sangat sengit, beberapa prajurit raja mataram dan raja purwa saling menyerang dan membunuh. Namun, raja Mataram pun kalah dalam peperangan itu. Pasukan yang tadinya cukup banyak, hanya tinggal beberapa saja. Dalam perjalanan pulang, Raja mataram pun bertemu dengan permaisuri yang bernama saenah yang dulu pernah dibuang oleh raja purwa di tengah hutan.
Mataram: " Hei kenapa engkau berada di tengah hutan ini sendirian? Bukankah engkau wanita, kenapa engkau berani berada ditengah hutan yang sangat lebat ini hanya seorang diri? "
Saenah: " Raja Mataram? "
Mataram: " Iya benar, apakah engkau mengenalku? Siapa engkau wahai wanita "
Saenah: " Aku adalah Saenah permaisuri raja purwa"
Mataram: " Benarkah engkau ini saenah? Kenapa Engkau berada di tengah hutan ini? "
Saenah: " Saya di  buang Raja Purwa karena saya memiliki penyakit GUDIK ini Raja. Dan kenapa Raja berada di hutan ini? "
Mataram: " Aku telah berperang dengan raja Purwo "
Saenah: " Lho ada apa Raja berperang dengan raja Purwa? "
Mataram: " Karena ia tidak memberikan kambing dan sapi "
Saenah: " Raja mataram menang atau kalah? "
Mataram: "Aku kalah di peperangan itu. apakah engkau mempunyai cara untuk mengalahkan Raja purwa"
Saenah: "Saya mempunyai satu permintaan, Anda harus mengajak saya untuk tinggal di kerajaan Anda. Agar saya bisa hidup sejahtera disana"
Mataram: "Baiklah, akan aku ajak engkau"
Saenah: "Baiklah, Anda menyerang dari arah mana raja? "
Mataram: " Dari arah barat. "
Saenah: "  Benar saja anda kalah dalam peperangan itu, karena Raja Purwo menggunakan Ilmu kipas angin yang akan menangkis segala penyerangan dari arah barat, hal ini di karenakan banyak kerajaan besar yang berasal dari barat dan kelemahan dari kekuatan itu adalah anda harus menyerang dari arah timur. "

Kemudian Saenah pun di ajak di Kerajaan Mataram dan hidup sejahtera disana. Hingga pada hari berikutnya Raja mataram pun mulai menyiapkan prajuritnya untuk berperang lagi dengan Raja Purwa. Sesuai dengan petunjuk saenah, raja mataram pun menyerang melalui arah timur, bersama dengan para prajuritnya, raja matarampun menghabisi semua lini pertahanan kerajaan purwa.

Dalam peperangan yang amat sengit tersebut, raja purwa sangat kualahan meladeni serangan yang di berikan terhadapnya dan kerajaannya, hingga kekuatan kerajaan purwa semakin berkurang dan pada akhirnya raja purwa harus menanggung kekalahannya.

Hingga sekarang kerajaan Purwo masih terkenang dan masih ada, namun hanya orang-orang tertentu saja yang dapat melihat kerajaan ghaib tersebut.

Cerita Alas Purwo Rating: 4.5 Diposkan Oleh: lukman anak Grajagan

1 komentar: